Showing posts with label Real Story. Show all posts
Showing posts with label Real Story. Show all posts

8.4.13

Makna Sebuah Titipan

Makna Sebuah Titipan
(WS Rendra & Ust Faizun A)

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

(Banyak di antara kita justru tidak merasa kalau semua itu titipan. Bahkan sebagian lagi mengakuisisi, melekatkan diri dengan itu semua. Saya adalah rumah saya, saya adalah mobil saya, saya identik dengan gadget saya. Intinya saya adalah harta saya. Na’udzubillah)

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya?

(Rendra mengingatkan apa yang harus dilakukan untuk harta titipan itu. Ada hak anak yatim di sana, ada hak orang yang meminta di sana, ada hak orang miskin dan hak infaq di sana. Semua itu bukan 100 % milik kita. Bahkan kalau pun itu lepas dari tangan kita diambil pemiliknya adalah sah-sah saja. Tak perlu disesali dengan begitu dalamnya.)

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

(Ini sifat alamiah manusia yang berbahaya kalau tidak ditata. Rentan terhadap penderitaan, lupa dengan begitu banyak nikmat yang telah diterima. Tersentuh sedikit langsung keluar aslinya.)

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

(Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (Ali Imron 14).

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku

(Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Al- Hajj:11)

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,

(Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka. QS Yunus :11)

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." QS Al-An’am: 162-163))


6.2.12

Peluang Bisnis NYONYA WINARNI (Pesta Wirausaha TDA)

Pesta wirausaha yang digelar oleh TDA di gedung SMESCO UKM Jakarta 28-29 Jan 2012 yll, adalah pengalaman kami pertamakali ikut pameran. Respon pengunjung expo sangat baik dan antusias karena kami menawarkan peluang bisnis untuk menjadi distributor produk NYONYA WINARNI
Untuk para pemula dan orang-orang yang ingin belajar usaha khususnya bidang fried chicken, NYONYA WINARNI dengan mottonya 'One Stop Solution Fried Chicken Business' menawarkan pelatihan bisnis dengan investasi yg sangat terjangkau, InsyaAlloh akan diadakan sabtu 11 Feb 2012 besok di Cipulir Permai Jakarta Selatan.
Kami juga melayani pembuatan peralatan seperti Deep fryer otomatis dll yang terbuat dari stainless steel dengan kualitas terbaik dan fully food grade. Bentuk dan ukuran sesuai pesanan, kami kerjakan di bengkel kami yang terletak di Bandung dan Jakarta dengan lama pengerjaan 1 - 2 minggu tergantung load pekerjaan. Melayani restoran franchise seluruh Indonesia.

18.1.12

LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG TDA

Alhamdulillah....saat ini saya sangat bersyukur..telah diberi kenikmatan oleh Alloh bisa menikmati pagi hari bersama keluarga, menikmati jalan-jalan ke pasar bareng istri dan bisa melihat anak-anakku yang semakin besar, ya anak saya terkecil sudah lebih besar dari bapaknya ini...hehehe. Berusaha untuk menikmati moment bersama keluarga adalah hal yang utama dan terbaik dalam memoriku. Ya...Karena dulu sewaktu kami masih menjadi pegawai duniaku adalah 6 – 18, pekerjaan, dateline, stress, macet, cicilan dan penghasilan pas2an.

Berbicara masalah rejeki/penghasilan, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda;” Wahai manusia bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rejeki, karena seseorang tidak akan mati sehingga telah sempurna rejekinya walaupun dia melambatkan darinya, maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rejeki ambillah apa-apa yang halal dan tinggalkanlah apa-apa yang haram.”Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa 90% rejeki adalah dari perdagangan

Hal ini menyakinkan kami bahwa kalau ingin menggapai cita-cita lebih besar, mustahil jika hanya ditempuh melalui jalur karyawan

Mengenang masa-masa awal saya bergabung dengan TDAAwal 2007 adalah moment kami kenal TDA. Bermula dari keseringan saya menjelajah blog motivasi dan blog bisnis lainnya. Akhirnya ketemulah blog Pak Hadi Kuntoro yang hampir tiap hari rajin saya kunjungi. Dalam penuturan bahasa gaya pak Hadi ini sangat menyenangkan karena selalu segar, menarik, asyik dan provokatif mengompori agar kita cepat menjadi tangan diatas alias berbisnis. Selanjutnya saya menemukan juga blog Masbukin Pradhana yang akhirnya sukses resign dari kantornya jadi santapan saya sehari-hari. Dari sinilah baru saya kemudian menemukan blognya Pak Badroni Yuzirman.

Melihat blog founder dari TDA ini terus terang saya tertegun. Karena kalau orang Padang bilang bahasa beliau ini ‘rancak bana’, begitu renyah, begitu lancar masalah-masalah bisnis dikupas dengan bahasa yang mudah dipahami. Baliau sangat memprovokasi pembacanya untuk terjun langsung ke dunia bisnis dengan bahasa yang ‘rancak’. Lantas, dari sanalah saya mengenal member TDA yang lain seperti Bu Yulia Astuti, Bu Doris Nasution yang menceritakan detil kejadian dalam bisnis mereka satu persatu.

Sebenarnya di department saya di kantor sudah ada isu akan dibubarkan mulai 2006 tetapi entah kenapa bos ’bule’ di kantor membiarkan isu ini antara ya atau tidak. Sehingga kasak kusuk seperti ini membikin karyawan menjadi tidak betah, mungkin ini memang maunya kantor supaya karyawan segera mengundurkan diri sukarela agar kantor tidak perlu menguarkan uang pesangon. Satu persatu kami mengetahui level manager dan supervisor ada yang membikin PT (perusahaan) sendiri walau dia masih karyawan dikantor tersebut. Puncaknya ketika sang manager akhirnya ketahuan dan di pecat. Level-level dibawahnya berusaha bertahan sambil menunggu pesangon, banyak dari kami yang mulai mencari selamat sendiri-sendiri.

Untuk saya ada hikmahnya, karena pekerjaan saya adalah mengaplikasikan ilmu yang telah saya dapat semasa kuliah, dimana untuk mencari penggantinya susah ditemukan. Akhirnya kantor menawarkan pekerjaan sebagai outsource-nya kantor dengan konsekuensi saya harus berada diluar kantor alias PHK tetapi dapat kontrak pekerjaan. Memang ini yang saya tunggu..! The power of kepepet, saya akhirnya mengikuti alurnya saja, mendirikan PT dan bekerja mandiri alias self employee. Ini terjadi di akhir 2008 atau setahun setelah saya bergabung dengan TDA

Mengambil Franchise

Setelah kantor kami menempati sebuah ruko di Bintaro, saya sempat terbersit untuk mengambil bisnis makanan, selain juga mengisi lantai I yang kosong, juga untuk pembelajaran.Memang salah satu cara paling mudah berbisnis adalah dengan mengambil franchise. Tetapi hati-hati... karena ada jebakan disana. Saya menyebutnya jebakan, kalu kita tidak teliti dan cermat, paling-paling bisnis Anda hanya bertahan 2 – 3 tahun saja.

Itulah pengalaman, Pengalaman adalah apa yang anda dapat ketika anda tidak mendapatkan apa yang anda inginkan. Saya telah mengambil Franchiese lokal ayam goreng untuk mengisi lantai satu ruko sewaan saya dengan pemikiran menjadi salah satu menu dalam mini resto yang akan saya buat, itung2 kalo ga laku yaa sebagai menu lunch orang kantor saya.Dalam bisnis franchise ada Franchise fee dan royalty fee. Franchise fee dibayar sekali untuk lima tahun sedangkan royalty fee dihitung dari banyaknya pengambilan barang (ayam). Saya sangat keberatan dengan biaya royalty fee ini yang menurut saya tidak fair. Kenapa..? Karena royalty fee nya dihitung dari jumlah kita membeli ayam dan bukan dari omzet! Jadi, kalau kita membeli 100 ekor, tetap kena royalty fee untuk penjualan 100 ekor ayam...meskipun kenyataanya, hari itu kita hanya mampu menjual 50 ekor! Nah lho.. bisa rugi 2x bukan..!?

Dari pengalaman ini kami banyak mendapatkan hikmahnya antara lain, saya menemukan banyak “ilmu” baru yang diajarkan di lapangan..temasuk bagaimana memilih lokasi yang cocok untuk bisnis ini, bagaimana membangun merk, mendatangkan pelanggan/mengatasi kelesuan penjualan, mempertahankan pelanggan, mengatur stok, memanage sisa makanan, termasuk juga akhirnya saya memutuskan untuk membagikan “ilmu” yang saya dapat ini kepada masyarakat luas, agar mereka yang baru memulai bisnis tidak mengalami pengalaman tidak menyenangkan dan rasa “it’s not fair” seperti yang saya rasakan...

USAlab

Bisnis ini merupakan bidang keahlian saya, saya membentuk semacam konsultan dan laboratorium analisis. Keahlian saya dalam menganalisa limbah dengan menggunakan ilmu toksikologi yang saya dapatkan sewaktu kuliah sangat bermanfaat dalam pekerjaan ini. Memang investasi untuk sebuah lab. sangat besar, tetapi lab. toksikologi menurut saya masih terjangkau untuk pemula seperti saya. Orderan masih mengalir dari bekas kantor saya hingga 2010 sampai akhirnya berhenti sama sekali karena mungkin kontraknya dengan KPS (Kontraktor Production Sharing/ client kantor) sudah habis pula, memaksa saya untuk berjuang lagi menjadi marketer dengan target utama yaa... lab2 lain yang sejenis. Alhamdulillah masih bertahan hingga saat ini walau tanpa menempati ruko lagi.

Sebagai konsultan memang tidak selalu ada job, kadang ada masa-masa jarang job. Hal ini kami manfaatkan bagaimana caranya mengembalikan investasi kami di bisnis makanan. Akhirnya kami membagikan ilmu yang kami dapatkan dalam bisnis tersebut dan men-share pada beberapa peminat dengan investasi yang sangat sangat terjangkau. Untuk beberapa bidang yang lain di isi oleh mantan pacar saya yang memang passionnya dalam bidang pendidikan, juga bekerjasama dengan beberpa pemain UKM dengan sistem profit sharing

Di TDA ini sangat membantu saya untuk bisa tetap ’on the track’. Dengan adanya mastermind (MM ThinkTank) kami menjadi merasa adanya semacam support, ada orang lain bersama kita, ada orang lain yang ikut memikirkan kita dan tetap fokus pada target kita. Dari sini saya belajar bahwa berbisnis sendiri sebetulnya menyenangkan atau malah mengasyikkan.

Berbagi Ilmu dengan BINA Usaha Lancar Barokah

Di latar belakangi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mengurangi dampak negatif dari pengangguran dan kemiskinan, pada 2009 setelah kami (saya dan istri) pensiun dari kantor masing-masing kami mendirikan Lembaga Pendidikan Bina Usaha Lancar Barokah (LP BULB)

Lembaga Pendidikan BULB ini lebih ditujukan bagi UKM dan bagi pemula atau warga kurang mampu yang ingin memulai berbisnis. Seperti kita ketahui, adanya pemain UKM inilah Ekonomi Indonesia mampu bertahan dari serbuan Krismon 1998 karena mereka biasanya masih jauh dari kredit macet, sehingga sebaiknya jenis usaha seperti inilah yang lebih baik dibina, dikembangkan, ditumbuhkan dan diharapkan bisa menjadi penopang perekenomian negara kelak.

UMKM relatif membutuhkan modal yang kecil, membuat masyarakat lebih kreatif, lebih berinisiatif dan lebih mandiri karena tidak tergantung kepada orang lain yang memberinya gaji dan memerintahkan hidupnya.

Bila masyarakat sudah banyak yang mandiri, maka mereka akan lebih tahan banting, tidak akan menjadi beban negara maupun beban masyarakat lagi. Sebaliknya, bila usaha mereka makin berkembang maka justru akan mampu memberikan lapangan kerja bagi teman dan kerabat serta masyarakat luas lain di sekitarnya. Menumbuhkan jiwa usaha di kalangan masyarakat bukan saja akan memecahkan masalah ekonomi, namun juga masalah sosial.

Selaras dengan visi TDA yang membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban, visi LP BULB adalah untuk mewujudkan masyarakat pengusaha Indonesia yang mandiri secara ekonomi, kreatif, penuh inisiatif, merdeka dan makmur sentosa.

Adapun misi yang di emban bersama-sama pemerintah melakukan pendidikan, pembinaan, bimbingan, pemberdayaan & pendampingan usaha bagi masyarakat luas; khususnya bagi lapisan masyarakat bawah yang minim pendidikan, minim modal & minim jaringan. Karena sifatnya seperti sharing bisnis frekuensi maupun jenis-jenis pelatihannya mengikuti kesibukan masing-masing kontributor. Bidang-bidang pelatihan antara lain sebagai berikut: Pendirian Salon & Spa, Usaha Pancake, Toko Online, Fashion/Garmen, Biro Iklan, Rumah Desain, Penulisan Buku & Penerbitan Online, Makanan Organik, Usaha Fried Chicken, Mie Ayam & Bakso.

Pelatihan yang sifatnya non profit sering kami lakukan dengan kerjasama dengan LPPM ITATS Surabaya dimana peserta pelatihan dari golongan kurang mampu dan seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh Dikti.

Impian untuk TDA

Tulisan ini ditujukan sebagai sosialisasi characterpreneur, dimana wujud entrepreneur yang berkarakter mudah-mudahan tercipta dalam pribadi-pribadi yang ada dalam TDA.

Saya ingin manganalisis characterpreneur TDA ini dan saya sangat berharap sifat-sifat ini ada dalam pribadi mereka,

Karakter Pertama ialah Pribadi-pribadi TDA, pengusaha-pengusaha TDA dan orang-orang di dalam TDA adalah orang yang JUJUR (trust community) tempatnya itu ada di TDA. Karena kejujuran adalah penyelamat bagi dunia dan akherat, penyelamat bagi bangsa ini. Jujur disini dipraktekkan dalam kehidupannya sehari-hari karena apabila ada yang bohong ini akan menghalangi penerimaannya di TDA dan menghilangkan kepercayaan.

Karakter Kedua yaitu Pribadi-pribadi, pengusaha-pengusaha dan orang-orang yang dalam menetapi tugas dan kewajibannya selalu AMANAH dan menepati JANJI. Wahai pengusaha tepatilah janjimu, jikalau tidak mau menepati janjimu...janganlah pernah berjanji..Hati-hatilah dalam berjanji. Jangan sampai seperti partai Demokrat..!

Karakter Ketiga, Orang –orang yang terlibat di dalam TDA (anggota TDA) adalah para pekerja keras dan cerdas serta hidupnya HEMAT (tidak berlebihan). InsyaAllah dengan Karakter ketiga ini semua pengusaha TDA adalah pengusaha sukses dan kaya-raya semua....Amiiiin

Sedangkan dalam hubungannya dengan manusia lainnya (dalam bersosialisasi) kepada sesama TDA dan Masyarakat,

Pertama Pribadi-pribadi TDA, pengusaha-pengusaha TDA dan orang-orang di dalam TDA adalah orang yang selalu membina keRUKUNan, alias tidak mementingkan diri sendiri dan mudah mengalah demi kemajuan bersama. Tidak mudah tersulut emosinya, tidak gontok-gontokan seperti yang sering diperlihatkan oleh bangsa kita saat ini.

Kedua Pribadi-pribadi TDA, pengusaha-pengusaha TDA dan orang-orang di dalam TDA adalah orang yang hidupnya selalu guyup/KOMPAK/menyatu sesuai dengan visi TDA yaitu menjadi pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Ketiga (ini yang terpenting..!) Pribadi-pribadi TDA, pengusaha-pengusaha TDA dan orang-orang di dalam TDA adalah orang yang selalu bisa KERJASAMA. Karena untuk memenuhi tuntutan kebutuhan, semakin lama semakin harus dilaksanakan secara ’tim’ yang artinya kita tidak bisa bekerja sendirian untuk menyelesaikan persoalan hidup. Selain itu syarat utama dalam kerjasama ini adalah loyalitas

Saya berharap TDA mampu berkontribusi terhadap Negara kita ini1. Hasil sensus yang menemukan besaran angka kemisikinan di negeri ini berkisar 18 %. Mudah - mudahan TDA (insyaAllah nanti jadi orang-orang kaya...Amiiin) ...MAU dan MAMPU mengentaskan saudara - saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan dan mengurangi pengangguran.2. Karena TDA bukan maunya kaya sendirian tapi dengan slogan TDA ’bersama menebar rahmat’. TDA mampu KAYA bersama-sama dengan warga sekitarnya. Tentunya hal ini akan meningkatkan ekonomi negara dan bangsa kita...Amiiin.

Renungkan hadis ini...

Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kalian lebih menyukai harta (kekayaan) milik ahli warisnya daripada harta (kekayaan) miliknya sendiri?” Mereka menjawab; “Ya Rasulullah tak seorangpun dari kami kecuali menyukai harta (kekayaan) miliknya sendiri”. Beliau menjelaskan, “Sesungguhnya harta kekayaannya adalah apa – apa yang telah dia dahulukan, sedangkan harta kekayaan ahli warisnya adalah apa – apa yang dia tinggalkan.” (Rowahu Bukhory - Muslim)

Berkaca dengan dalil diatas, harta kita yang sebenarnya, pahala kita yang sebenarnya adalah yang kita shodaqohkan..! sudahkah kita melakukannya? Sekaranglah waktunya ..! dan belum terlambat untuk memulainya....

H. Alex Bernadi

owner PT. USAHA LANCAR BAROKAH021 927 45592 / 0815 85 313 754

Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik baiknya dan berbahagia pada hari ini (Samuel Taylor Coleridge)

MERANGKAI TITIK2 DALAM HIDUPKU

Perjalanan manusia kadang susah ditebak. Tetapi tidak ada yg sia sia dalam hidup ini. Alloh pasti punya rencana, pasti ada tujuan ada maksud. Mungkin saja kita mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena kita melihat dari salah satu sisi saja, Bila kita menengok ke sisi yg lain maka kita akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda

Berikut cerita perjalanan hidup saya secara garis besarnya…

Juni 1996: Saya datang ke Surabaya membuka cabang kantor sementara istri dan anak-anak masih di sawangan Bogor

Juni 1998: Saya mengontrak rumah untuk masa 2.5 tahun seharga 18-jt an. Alhamdulillah, saya bisa menabung untuk rumah dan nyicil haji lagi.

Januari 2000: Saya membeli rumah di semampir dengan cicilan 6 jt/bulan selama 3 tahun. Cicilan saya bayar dari gaji istri saya. Dan makan harian dari gaji dan bisnis saya.

Agustus 2006: Saya kembali ke Jakarta. Bekerja di kantor pusat dan menyusul istri dan anak-anak yg sudah lebih dulu setahun berada di jakarta.

Oktober 2008: Saya di phk karena departemen tempat saya bekerja ditutup dan mendapatkan penawaran sebagai outsourch. Sementara istri masih bekerja dan juga mulai berbisnis online.

Maret 2009: Membuka usaha Kantor konsultan lingkungan USAlab dan mengambil faranchise lokal untuk menempati ruko sewaan di Bintaro.

May 2009: Istri di phk dari kantornya sehingga kami berdua tidak mendapat gaji lagi, tetapi malah menggaji karyawan (Full TDA).

Maret 2011. Karena keberatan dengan sewa ruko, usaha akhirnya kami pindahkan ke surabaya menempati rumah kami kembali dimana usaha salon kami sedang mati suri.

Mai 2011: menambah unit usaha Nyonya Winarni yaitu produksi tepung bumbu dan marinasi Fried chicken. Karena keterbatasan dana, bisnis ini masih jalan ditempat. Pemasaran hanya mengandalkan internet dan supermarket.

Next Action Oktober 2011: Membuka BINA Usaha Lancar Barokah, lembaga pelatihan bisnis yang ditujukan untuk mengajak warga kurang beruntung untuk berbisnis dengan modal minimal.

Januari 2012: Distributor eksklusif Imatic stainless steel hardware (supplier alat resto) dan berencana ikut pameran Pesta Wirausaha TDA 2012 di gedung SMESCO Jakarta.

Maret 2012. Meng-aktifkan lagi usaha salon spa islami di surabaya Ke depan lagi apa?Tentunya banyak ide bisnis yang harus bisa diaplikasikan. Tantangan bisnis ke depan juga tentu tidak semakin ringan.

Dreams.

Kata yang sangat indah dan terasa nyaman. Namun dreams jangan sampai hanya menjadi sebatas angan. Menjadi lamunan. Dreams, mimpi, harapan, cita cita, tujuan yang ingin kami capai, InsyaAllah sebuah kawasan Islamic centre pada 2017. Di atas tanah 150 HA InsyaAllah akan dibangun super blok.... ada Masjid, Sekolah, Pondok pesantren, Perkantoran, Pusat hiburan, perumahan, sarana olah raga dan pusat niaga ...terpadu.... Wow....Semoga Alloh mengabulkan..... Amiiin

Web bisnis : www.usalab-id.com, www.nyonyawinarni.tokobagus.com, www.bioassayanalysis.blogspot.com

FB : Bernadi Alex

Twitter : @alexbernadiFanpage : www.facebook.com/bookscafe www.facebook.com/binausahalancarbarokah

23.10.08

Memilih Resign dan Full TDA

Assalamualaikum Wr Wb

Poro sedulur....

Kemaren saya telah mengajukan pensiun dini dari kantor saya..,

ya...saya akan mengakhiri bekerja sebagai karyawan di Corelab 11 tahun. Ada perasaan campur aduk dalam diri saya sebelum saya menandatangani resign letter, antara takut/khawatir, kecewa/marah, senang dll. Takut, perasaan ini tetap ada seperti khawatir tidak bisa membiayai RT dan sekolah anak. Kecewa, merasa tidak dihargai kerja keras dikantor, politik kantor, bisnis kotor atasan, Bule yg rasialis. Senang, membayangkan jadi orang merdeka, tidak dibatasi jam kantor lagi, tidak disuruh/diatur2 lagi, bisa fokus mengurusi bisnis sendiri, bisa menggaji orang, berbagi rejeki dll

Padahal kita sudah memahami dalil ”Wa maa min daabbatin minal ard illa allallohu rizquhaa” Semua yg ada dimuka bumi ini sudah ada rejekinya, tinggal kita berusaha mencarinya. Alhamdulillah saya mendapat dukungan sepenuhnya dari istri, sejak dua bulan lalu saya berniat pensiun dini saya mengutarakan pada istri ’ingin fokus dibisnis’ dan sholat istikhoroh sebelumnya. Pilihan untuk usaha mandiri adalah alternatif solusi terbesar kami...namun sangat tidak mudah mengubah mindset. Karena dunia karyawan dan dunia wirausaha adalah dunia yang berbeda. Saya bersyukur bisa ikut milis TDA yg terus menprovokasi saya agar jadi pebisnis (tangan diatas) daripada menjadi karyawan (tangandibawah)

Mungkin banyak yg bertanya, saya bisnis apa sekarang? Bisnis saya banyak berhubungan dengan pekerjaan saya sebelumnya. Saya bekerja di Konsultan lingkungan, saya akhirnya membuat hal yg sama. Sebelas tahun yang lalu saya men set up Lab toksikologi lalu sekarang BigBoss menutupnya dan mensub-kan pekerjaan tsb ke saya, yach..lebih senang jadi outsourch kantor khan...?

Berikut ini beberapa informasi cara yang lebih aman untuk pindah ke kuadran entrepreneur. Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan saham (setor modal) di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu di perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya bisnis bagus, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari keuntungan. Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu dan kerja bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu bagus dan penghasilan dari bagi hasil sudah bisa menutup kebutuhan hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan. Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi. Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor,kita bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh. Hingga skala tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya mulai membesar kita pasti harus cabut. Strategi menginjak dua kapal Ini merupakan pilihan aman dan realistik. Jadi sementara satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita melakukan test market untuk membangun bisnis (kapal) sendiri. Cara ini juga paling umum dijalankan oleh para perintis usaha. Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama, pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada yang bisa diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar dari kerja di perusahaan orang lain itu. Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan yakin bakal sukses serta merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana IMF (istri Mertua famili) dipakai memodali bisnis kita

Semoga dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha menjadi melegakan, tidak ada penyesalan-penyesalan.

Silahkan kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik. Salam

Alex B

NB: Mas moderator milis TDA, kembangturi dan teman semua, address email saya Alex.Bernadi@corelab.com hanya sampai akhir bulan ini saja, mulai tgl 1 Nov, tolong dirubah ke bernadi2@gmail.com atau sikenyot@yahoo.co.id

PT. USAHA LANCAR BAROKAH Representative Office:

STC Senayan 5TH floor No. 200-201, Jl. Asia Africa Gate IX, Jakarta Selatan 10270. Telp 021- 927 45592; Fax 021-7812737 (kolaborasi Agus),

USALab:

Jl. H.Moh Kafi, Jagakarsa

25.4.08

TIPS2 TENTANG HAJI

Berikut ini Tips tentang HAJI, jika ada pertanyaan silahkan ke shout box supaya bisa saya tambahkan (semampu saya)

1. Jika tersesat/hilang (untuk memudahkan pencarian, kalau ga punya HP):

a. Kalau di Masjidil harom, carilah ”lampu hijau” (lurus Hajar Aswad), lurus garis tempat orang memulai Thawaf, Bagi wanita lebih baik ada tanda khusus seperti syal atao topi yg warnanya mencolok

b. Di Arofah atau selama perjalanan masiyan, carilah Toilet (tunggu disana dan janagn kemana2), ketua regu akan mencari anda ATAU Carilah bendera kita (bendera mbahman warna merah) ATAU pergi ke Masjidil Harom (lebih mudah bagi ka regu untuk mencari)

c. Minta pertolongan polisi atau orang indonesia yg lewat, ingat jangan meninggalkan kartu identitas maktab anda..

  1. Urusan Makan:

a. Makkah, ONH biasa tidak mendapat makanan katering, jadi harus masak sendiri. Kalau ga mau repot bisa beli lauk serta nasinya pada orang2 Madura (TKI) yg berjualan didepan Maktab. Harga mulai satu Real (murah khan)

b. Selama masiyan, banyak yg jualan makanan atau buah di pinggir jalan, tapi ga ada salahnya kalao anda berbekal kompor listrik dan mie (ada steker di setiap toilet)

c. Di Arofah, sebaiknya sudah isi perut sebelum masuk arofah dan juga sudah kebelakang karena kalau sudah masuk Arofah semuanya antri puluhan orang dan ga bisa kembali ke tanah harom (tutup). Bekal buah2an banyak manfaat disini.

d. Mina, kalau anda ikut maktab pemerintah (lapor dulu ketua kloternya) InsyaAlloh makanannya terjamin, banyak buah dan minuman kotak/botol, makan 3 kali dan prasmanan, antro lho..Kalau ikut AlHuud ada makanan jatah dan ada yg jualan juga (org kita di dalam komplek), Kalau mbangbung alias tidur di jalanan...banyak yg jualan disekitar maktab, dekat jumroh juga ada Albaik atau chicken centre.

e. Madinah dan Jeddah sudah terdsedia makanan katering

  1. Jika ingin berdoa di Multazam dan mencium hajar Aswad:

a. Jalan termudah memasukinya adalah memulai dari pertengahan Ka’bah atau di bawah pintu Ka’bah depan maqom Ibrahim, setelah mepet tembok Ka’bah usahakan bergeser ke kiri setelah menunggu yg keluar sambil terus berdoa disana atau menunggu pergatian petugas/polisi, ikuti petugas baru ini dan anda InsyaAlloh akan mendapat kemudahan.

b. Setelah dari Multazam akan lebih mudah ke Hajar Aswad, caranya tinggal bergeser kekiri menyusuri tembok Ka’bah. Kondisinya memang pepet2an/padat sekali oleh manusia (tidak jarang yg keluar dari sana melalui atas kepala orang). Disekitar ini banyak sekali ’calo’ (biasanya madura/TKI) yg menawarkan jasanya ke HA (biasanya minta SAR 50 perorang, dia mengawal kita berdua atau bertiga) Hati2 disini karena ada copetnya juga

  1. Kamar ’Barokah’ (anda tahu khan..?, khusus yg berangkat bersama suami/istri):

a. Syarat, Hati2, harus telah ibadah Thawaf Ifadoh

b. Kalau di maktab, biarkan temen2 sekamar anda pergi ibadah (jadwal ke MH berbeda dengan kita), anda bisa memanfaatkan kamar berdua.

c. Ada di AlHuud/Hotel, minta ijin sama pemegang kunci/pengurus..Gratis luur..Cuma anda harus ke Alhuud dulu..!

  1. Untuk mengirit Ongkos taxi (kalau mau ke Tan’im/umroh):

a. Berangkatlah bersama2 atau rame2 karena supir taxi setiap nego dengan kita selalu minta harga perorang bukan per taxi

Semoga Alloh paring aman selamet lancar barokah

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro

Salam

H Alex Bernadi

.

7.4.08

ZAM ZAM

Zamzam sangat berkaitan dengan ibadah haji. Kisah Siti Hajar mencarikan air untuk sang putra, ismail, adalah sumber sumber rukun haji sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Kisah ini berakhir pada perjalanan ketujuh, dengan mengucurnya air zam zam di tempat malaikat menjejakkan kakinya

Sungguh kenikmatan yang besar, jamah haji kini tak perlu menanti selesai sa’i untuk dapat meminum air zamzam. Di sepanjang lintasan sa’i (masa’a) tersedia botol botol besar air zamzam. Kapanpun menginginkannya, jamaah dapat menepi dan menekan keran. Tinggal pilih, zamzam dengan suhu natural atau dingin.

Siti hajar mendapatkan mata air itu sepeninggal suaminya, Nabi Ibrahim, yang kembali ke Palestina. Malaikat mengabarinya agar tidak merasa disia-siakan karena dekat sumur zamzam itu akan ada Baitulloh yang akan dibangun oleh Ismail dan Ibrahim.

Usia sumur itu sampai kini sekitar 5000 tahun. Sumur tertua dimuka bumi. Sumur zamzam berada sekitar 21 meter dari Ka’bah. Hingga 1997, jamaah masih dapat menuruni tangga di pelintasan Thowaf dekat Maqom Ibrahim dan dilantai dasar dapat melihat sumur tersebut dari balik kaca. Dilantai itu, tersedia pula ratusan keran air zamzam. Kini, tangga itu telah ditutup untuk memberi ruang yang lebih luas untuk berThowaf.

Berdasarkan penelitian, sumur zamzam memancarkan air 11 hinnga 18.5 liter perdetik. Seperti ditulis Muhammad ilyas Abdul Ghani, mata air ini menyemburkan 3.960 liter dalam satu menit. Dari mataair untuk minum itu, terdapat satu lubang yg mengarah ke Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dan tinggi 30 cm. Juga terdapat lubang kearah Mukabbariyah dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm. Selain itu, terdapat lubang-lubang kecil di Shafa dan Marwa.

Air zamzam adalah salah satu mata air dari mataair surga. Air ini merupakan tanda-tanda kebesaran Alloh di Tanah Harom, air terbaik di seluruh muka bumi yg muncul dengan perantaraan Jibril. Dengannyalah hati Rosullulloh dicuci lebih dari sekali. Air ini memberikan kesembuhan. Mintalah sesuatu kebaikan kepada Alloh sebelum meminumnya, maka Alloh akan memenuhi permintaan itu.

Adalah sunnah bagi seseorang meminum zamzam dengan menggunakan tangan kanan dan menghadap kiblat sambil berdoa :

”Allohumma inni as’aluka ilman nafi’an warizqon waasi’an waa sifaa’an minkulli da’in wasaqomin birohmatika yaa arhamarrhoohimin »

4.2.08

Haji Masiyan

Nabi Muhammad bersabda ”Man hajja min Makkata masiyan hatta yarji’a ila Makkata katabAllohu lahu bikulli khotwatin sab’amiatin hasanatin....kullu hasanatin mislu hasanatilharom...Qila:Wa maa hasnatilharom?...Qola bikulli hasanatin mi’atu alfin hasanatin” Artinya: "Barang siapa yang haji berjalan kaki dari mekkah sehingga kembali lagi ke Mekkah. Menulis Alloh pada orang dengan tiap-tiap langkah 700 kebaikan, tiap-tiap kebaikan seperti kebaikan Tanah harom, Dikatakan: dan apakah kebaikan Tanah Harom? Tiap-tiap kebaikan dikalikan 100.000 kebaikan". 



Karena dalil diatas, kami melaksanakan ibadah haji dengan berjalan kaki dari Makkah dan kembali lagi ke Makkah

Senin, 17 Desember 2007 (8 zulhijjah 1428 H) Jam 7.00 WAS kami bersiap2 berangkat Haji miqot dari maktab. Sesuai Hadist nabi (berangkat pagi hari), sholat duhur, ashar magrib isya subuh dilakukan di mina kemudian setelah subuh baru berangkat ke arofah.

Setelah terbenam matahari keluar arofah menuju ke Muzdalifah (mabit sebentar dan ambil batu), setelah sholat subuh ke Mina untuk melempar jumroh Aqobah. Setelah mandi junub, memakai pakaian ihram dan sholat 2 rakaat lalu melafalkan ”Labbaik Allohumma Hajjan” kami bergerak ke Masjidil Haram berjalan kaki karena kesulitan mendapatkan kendaraan.

Sebagai informasi Maktab kami berada di hafair jalan Ummulquro (2.5 km dari MH/masjidilharom). Sesampai di MH kami langsung melakukan Thawaf dan Sa’i, sebelumnya tas kami titip pada ibu umi yg sedang berhalangan sholat. Kami agak kelamaan melaksanakan Thawaf dan Sa’i selain karena padat oleh manusia juga karena P.de Bin terlepas dari rombongan, walau beliau punya Hp, kita kesulitan ketemu karena beliau disorientasi MH. Setelah ketemu, jam 12.25 MH azan duhur...terpaksa duhur dulu. Setelah sholat duhur mulailah perjuangan haji masiyan menuju Mina.

Kami berjalan ke arah timur masuk melalui terowongan aziziyah yg kanan, keluar 2 terowongan ketemu jalan khusus pejalan kaki (pedestrian) yg telah beratab. Sepanjang jalan banyak orang berjualan makanan dan buah2an.

Regu kami 10 orang agak kurang kompak dalam menentukan makanan yg dimakan dan kapan makan, untunglah semua akhirnya bisa saling ridho/mengalah, yg penting kondisi fisik jangan sampai lemah. O..ya di regu kami ada 3 orang yg sudah tua (diatas 60 th) sehingga perjalanan kami jauh dibilang cepat, sangat lambat, hampir tiap 100M berhenti. Kami makan siang beli di jalan juga makan buah minum teh susu. Sholat Ashar, Magrib dan Isya kami lakukan di 3 tempat berbeda sepanjang jalan di Mina, walau sering di usir polisi karena dilarang berhenti atau duduk dijalan, kita nekat aja berhenti dan sholat di jalan. Setelah Isya kami teruskan ke perbatasan Mina – Muzdalifah dengan kondisi padat manusia yg istirahat dan tidur di jalan kami terus berjalan. Tiba2 ada informasi dari org yg balik arah, bahwa perbatasan mina muzdalifah ditutup, kami tetap meneruskan tetapi cari jalan lain atau lewat jalan mobil yg saat itu juga padat/macet.

Di perbatasan mina ada gapura raksasa dengan tulisan ”MINA ENDS HERE” kami istirahat didekatnya sambil cari makanan. Makanan sulit didapat, kebanyakan penjualnya org arab hitam atau nasi india, ya itulah yg kami makan. Anda juga tidak perlu kuatir dengan toilet dan minuman, sepanjang jalan ada ribuan toilet dan kran air minum ’pencet’. Tetapi karena ada jutaan manusia, yaa...past ada antrian. Dan lampu penerangan sepanjang jalan MasyaAllaaah buuuuuanyak sekali, terang benderang sehingga malam itu seperti siang, hanya bedanya di pedestrian lampunya putih dan di jalanan mobil lampunya kuning.

Di tengah jalan pedestrian di daerah Muzdalifah kami melihat sebuah bangunan seperti kapal besar, ternyata itu adalah Charity Restoran dari AlMoudi (mungkin seorang konglomerat arab) yang memberikan shodaqoh pada Jamaah haji mulai dari makanan kotak, biscuit, minuman dan minuman panas...Semua Gratis...MasyaAlloh. Ngasinya bukan satu, satu tas plastik ada 2 kotak dan tiap orang di beri 2 tas plastik. Sebagai informasi, sepanjang perjalanan banyak sekali container...ternyata itu shodaqoh semua.

Selasa 18 Desmber 2007 (9 zulhijjah 1428 H) Setelah sholat subuh di perbatasan Muzdalifah (MUZDALIFAH ENDS HERE) kami meneruskan ke Arafah. Pagi tgl 9 zulhijjah itu jutaan manusia melaksanakan haji dengan cara masiyan. Pagi hari kami sampai di Arofah, kami mendekat masjid Namiroh (masjid yg ada di Arofah) tetapi masih tetap berada di tanah Harom. Ternyata pintu yg dibuka yg ditengah dekat batas (lampu ijo). Jadi masjid ini berada di tanah harom (bagian depan) dan tanah halal (bagian belakang) batasnya garis lampu ijo tersebut Menurut sunah kita masih di tanah harom dulu sampai tergelincir matahari, di Masjid di tandai dengan khubah kemudian sholat duhur ashar di jamak qosor dengan satu azan 2 iqomat. Setelah selesai sholat kami menuju tanah halal.

Beberapa rekan kami dan saya membikin tenda sebelumnya di tanah halal, kami bertempat di belakang masjid. Inilah saatnya Wuquf ditanah Halal kami berzikir & berdoa .Alhamdulillah dan tanpa terasa air mata mengalir turun seakan tiada henti. Kami membaca seluruh do’a titipan teman2...Semoga Allah mengabulkan doa kami, doa teman2 kami. Disini terlihat kekuasaanNya yang Maha Besar, tidak ada bedanya antara yang kaya atau miskin, berkuasa atau rakyat biasa semuanya sama, sama mengharapkan ridhoNya dan ampunanNya.

Saat di Arofah inilah Allah turun ke langit dunia lalu membanggakan para jemaah dihadapan para Malaikat2nya dengan mengatakan "Lihatlah Umatku mereka datang menghadapku dengan rambut kusut, pakaian yang lusuh dan wajah lelah, dan dari tempat yg jauh...semua mengharap RidhaKu", Maka diampuni dosa2 jamaah walaupun sebanyak buih dilautan. Saat di Arofah mulai duhur sampai terbenam matahari adalah saat terberat bagi kami yg masiyan, karena saat ini disekitar Masjid Namiroh ada jutaan manusia, semua butuh makan, minum dan toilet, semua diantri puluhan orang. Kalau ada yg jual makanan, membelinya aja sudah rebutan, satu kran minum pencet di kerubung belasan orang, apalagi toilet diantri puluhan orang. Kalo tanpa persiapan...ini memang benar2 siksaan. 

Pukul 17.00 WAS tgl 9 zulhijjah, bersiap2 untuk keluar dari Tanah halal (Arofah). Karena kondisi sekitar Masjid Namiroh padat oleh jutaan manusia dan jalanan masih ditutup (boleh keluar setelah terbenam matahari, kami hanya bisa menunggu sambil berdiri, antrian panjang, haus dan lapar, pokoknya bener2 siksaaan deh.

 Kami istirahat sejenak di toilet pertama yg kami temui, sambil menunggu yg kebelakang kami bermusayawaroh mengenai jadwal makan. Kami menyaksikan ada regu lain yg berhenti di depan clinic centre tetapi tidak sempat menyapa (belakangan kami ketahui mas Nanang sempat muntah2 sehingga di bawa ke clinic). Setelah ketemu penjual nasi India kami makan dan istirahat sejenak kemudian meneruskan jalan ke Muzdalifah Setelah beberapa kali istirahat, jam 23.00 masuk perbatasan Muzdalifah, keadaan su padat luar biasa oleh manusia seperti di hajar aswad, jalan selebar 2x jalan tol tsb macet total karena banyak orang tidur di jalanan sehingga memblokir jalan. Kami terus merangsek kedepan dan pindah ke sebrang jalan, akhirnya dapat tempat.

Di Muzdalifah ini kami sholat Magrib & Isya di jama’ kemudian mabit/tidur sejenak. Anda tahu cara berwudhu di tempat seperti ini? Jarak toilet memang tidak cukup jauh tetapi untuk mencapainya sangat susah karena rintangan manusia, untuk kesana perjuangan tensendiri karena melangkahi puluhan orang yg tidur dempet2 kaya sarden. Saya sarankan belajarlah berwudhu dengan segelas aqua atau sebotol middle aqua. Ini banyak gunanya lhoo.. Jam 01.00 bangun, kemudian jalan lagi hingga ke perbatasan Mina.

Kami jalan sangat perlahan mengikuti orang yg paling pelan jalannya dan juga sering berhenti di toilet juga keperluan mencari batu kerikil sebanyak 70 butir. Cari batunya sebesar kelereng saja, jangan lebih besar dari itu, kasihan kalau nyasar kekepala orang lain karena saking semangatnya kita melempar "setan". Pada perjalan balik ini, di daerah Muzdalifah kami bertemu kembali dengan Charity Restoran dari AlMahmud AlMoudi yang memberikan shodaqoh pada Jamaah haji mulai dari makanan kotak, croissant, payung, biscuit, minuman dan minuman panas & kantong kecil buat tempat kerikil...Semua Gratis...MasyaAlloh. Ngasinya bukan satu, satu tas plastik ada 2 kotak dan tiap orang di beri 2 tas plastik.....Subhanalloh. Sampe kami yg menerima keberatan membawanya, Akhirnya kami shodaqohkan lagi pada orang lain. Saya tidak tahu apakah jamaah haji yg berkendraan juga dapat shodaqoh seperti ini.

Sebagai informasi, sepanjang perjalanan banyak sekali container...ternyata itu shodaqoh semua......MasyaAlloh...Memang bener-bener Negara kaya. Setelah sholat subuh di perbatasan Musdalifah – Mina kami teruskan masuk ke Mina. Satu Km menjelang Jumroh banyak polisi yg merampas tas jamaah haji terutama yg besar2, Maksud mereka baik, supaya tidak menghambat saat melempar jumroh nantinya. Tetapi tentunya akan susah menemukan tas itu lagi, selain tempat perampasannya banyak sekali juga tempat penitipan semuanya penuh serta tas2 yg ada di tumpuk begitu saja. Lagi pula untuk kembali ke tempat semula perlu jalan memutar karena perlakuan jalan semuanya satu arah seperti jalan tol. Ternyata ada salah seoranga anggota regu kami yg di rampas ransel dan tas tenteng kreseknya. Yaa....sebaiknya direlakan saja. Tetapi ada sati trik, saya menutupi tas ransel saya dengan kain ihrom dan tas kresek saya kecil2 berisi buah....Alhamdulillah tidak dirampas polisi. Di tempat perampasan inilah regu kami yg 10 orang terpisah menjadi 2 grup. Yang ikut saya tinggal istri, Sukaeri & istri serta P de Bin group lain Nurjen & istri, warsito & istri dan Parjo. Rabu 19 Desember 2007 (10 zulhijjah 1428 H) 08.30 WAS tgl 10 zulhijjah kami melempar jumroh Aqobah yg saat ini bentuknya sudah berbeda dibanding 10 th yll. Bentuknya saat ini besar dan panjang seperti perahu. Jalanan yg kami lewati ternyata terarah ke lantai 2...yaa ga pa lah. Cuma saat melepar kami membentuk barisan seperti keretaapi. Saat menuju mendekat jumroh Aqobah barisan kami di potong rombongan org hitam, akhirnya bu Ummi yg berada paling belakang ...terpisah & Hilang..Belakangan kami ketahui beliau ditolong orang Indonesia lainnya dan di bawa ke maktab Indonesia di Mina (sesuai kartu maktabnya, no 29). Group saya tinggal 4 org akhirnya berjalan ke arah sebaliknya yaitu ke Masjid Mina, kami masih sempat sms Nurjen supaya bisa bersama lagi. Setelah bertemu Nurjen ternyata 2 org di groupnya (Parjo & Warsito) juga terlepas/hilang saat melempar Jumroh Aqobah. Kami kehilangan kontak dengan mereka (mereka tidak ada hp). Kami pasrah dan sangka baik pada Alloh mudah2an mereka selamat. Setelah makan nasi India SAR 10 dekat masjid Mina {yg belinyapun berebut seperti di hajar aswad) kami putuskan kembali ke Makkah untuk Thawaf Ifadoh melewati terowongan King Abdul Aziz – Aziziyah.

Di perjalanan kami mampir di salah satu masjid umum untuk tahalul/cukur gundul. Tiba2 kami menerima telpon dari Bu Ummi ”saya ditolong polisi & orang Indonesia dan dibawa ke maktab 29 di Mina sesuai kartu saya” Gitu katanya. Legalah kami mendengarnya. Kami balas supaya tetap disana & nanti/besok InsyaAlloh akan kami jemput. Kemudian kami meneruskan jalan lagi ke daerah pedestrian yg beratap di aziziyah sambil menikmati shodaqoh dari kontainer Raja Fahd. 19.00 sampai di MH mandi dan lukar (ganti pakaian biasa) kami sholat magrib yg terlambat dan Isya diteruskan dengan thowaf ifadoh bergantian karena sebagian masih di toilet dan jaga tas. Selesai thowaf hampir tengah malam, sebenarnya kami ingin meneruskan ke Maktab di hafair tetapi karena kondisi sudah lelah, apalagi kemungkinan maktab di kunci, kami istirahat sejenak di pinggir jalan depan pintu no. 55.

Setelah mempertimbangkan keperluan ke maktab hanya untuk menaruh tas, akhirnya di putuskan menaruh tas di Luggage Locker depan MH sebrang hotel Dar Altauhid karena selanjutnya kita harus mabit ke Mina (Wajib tidak bisa diwakilkan).. Kecuali Nurjen kami semua menitipkan tas di Luggage Locker yg biaya perlima jamnya SAR 25. Kami menunggu kendraan yg bisa membawa ke Mina karena Masiyan sudah selesai (sudah kembali ke Mekkah), semua kendraan yg kami cegat baik taxi, omprengan taxi & angkot meminta ongkos yg mahal dan kebanyakan tidak mau kearah Mina karena Macet. Ada omprengan yg minta SAR 500 (Rp. 1.250 jt) padahal jaraknya cuma 6 Km (Mina).

 Sebelum berangkat ke Mina, terjadi debat mulut suami istri ketua regu kami, karena sang istri sudah tidak kuat jalan tetapi kalau naik kendraan...muntah. Akhirnya pukul 00.30 dinihari kami jalan kaki lagi ke Mina. Walau susah payah sang istri tsb jalan juga tapi tentunya jauh tertinggal dibelakang, jam sudah dini hari 01.30 sementara kita Harus mencapai Mina. Menjelang ”MINA START HERE” atau tanda memasuki mina, Nurjen memutuskan menunggu istrinya yg ketinggalan di belakang. Sisa nya tetap jalan dengan perjanjian nanti ketemu dekat jumroh sambil mengibarkankan bendera yg kami bawa.

 Di Mina kami cari tempat mabit (tempat untuk tidur) yg dekat2 saja setelah perbatasan, tetapi polisi dengan tegas melarang setiap jamaah istirahat/berhenti di sepanjang jalan. Kami menemukan tempat di atas (naik anak tangga ke arah gunung) depan Jumroh Aqubah dekat dengan markas askar2. Setelah gelar tikar dan tidur kami lupa mengibarkan/mendirikan bendera, tetapi juga percuma kalau dikibarkan tidak akan kelihatan dari bawah karena agak masuk kedalam (bukan dipinggir).

 Karena lelah kami tertidur...sak tiduran. Saya terbangun karena kedinginan maklum nekat ga pakai jaket, ternyata Mina lebih dingin dari Mekkah dan anginnya bertiup agak kencang, Saya lihat jam 03.30, lapar....cari makanan, Saya ingat sebelum jumroh tadi kami melewati beberapa restoran fastfood seperti ”Albaik & Chicken Centre”. Saya kembali kearah restoran tersebut tetapi dilarang polisi karena melawan arus, walau sepi tetap dilarang. Saya ambil jalan memutar (semua jalan diberlakukan searah), Albaik tutup, beli di Chicken Centre satu paket SAR 15 isinya 3 potong ayam roti dan kentang goreng, minumnya pepsi. Setelah makan kami putuskan kembali ke Mekkah untuk mengambil tas kemudian ke Maktab, kami sholat subuh di pedestrian aziziyah.

 Kamis 20 Desember 2007 (11 zulhijjah 1428 H) 08.30 pagi kami sampai juga ke Maktab (hotel sederhana/flat) 29 di hafair (sebenarnya sudah dekat sittinn). Sampai di depan pintu kamar maktab, kami melihat tas pasport Parjo dan Ihrom Warsito di depan pintu dan kamar mandi, berarti 2 orang hilang (terlepas dari regu kami) ini telah mencapai maktab tetapi orangnya tidak ada, kami berprasangkan baik mungkin dia langsung ke Mina untuk melempar Jumroh ba’da duhur nanti. Sempat makan Indomie dan tidur di maktab, setelah sholat duhur kami naik taxi omprengan SAR 20 ke Mina melalui aziziyah turun di suuk salam (deket AlHuud) kemudian jalan kaki melewati terowongan King Abdul Aziz menuju jumroh di Mina.

Menjelang Masjid Mina istri saya kelaparan karena tadi tidak makan, cari makan...belinya sak perjuangan sendiri karena berebut, SAR 10 nasi ayam, nasinya banyak sekali dan butirnya besar2. Anda tahu nasi di Arab? Nasinya seperti nasi goreng tetapi di campur kulitmanis dan cengkeh, iwaknya ayam bakar/goreng/daging. 15.30 baru bisa melontar 3 jumrah Ula, Wusthaodan Aqobah dengan batu kerikil yg sudah kami siapkan (hari ini adalah hari tasyrik). Kenapa kok lama sekali baru sampe? Karena untuk ke 3 Jumroh tersebut dari arah terowongan King AA, kita harus ambil jalan memutar (ikut arus dulu kearah muzdalifah) dan baru masuk kearah Jumroh Urutan melempar adalah Jumroh Ula, Wustho (terletak di tengah-tengah antara jamrah Ula dan jumrah Aqabah) dan Jumrah Aqabah (terjauh dari arah Masjid Mina). Sambil melempar melafalkan ”Bismillah Allohuakbar” dan setelah melempar Jumroh Ula dan Wustho berdo’a, Aqobah tidak.

 Pahala orang melempar Jumroh, diHadist dikatakan, ”Tiap satu lemparan diampuni dosa besarnya” Tempat melempar Jumroh di Ula, Wustho dan Aqobah sekarang sangat lapang dan luas, anda tidak usah takut berdesakan lagi. Ada 3 lantai dan setiap tempat lempar jumroh sudah berbentuk dinding besar (memanjang seperti kapal). Setelah melempar 3 Jumroh kami ke Mina untuk menjemput Bu Ummi di maktab Indonesia no 29 Mina. Jalan cari maktab ini tidak mudah, setelah tanya2 polisi (yg kebanyakan tidak tau dimana kemah Indonesia) kami tanya pada orang2 Indonesia yg lewat, akhirnya kami diarahkan ke terowongan Mina barulah ketemu kemah Indonesia (banyak bendera merah putih). Kami bertanya pada petugas kesehatan yg sedang berdiri di depan kantornya, setelah melihat peta ditunjukkan lokasi maktab 29 yg terletak di pojok sebelah Masjid Kuwait Mina.. 18.00 sampai di depan maktab 29 tidak diperbolehkan masuk oleh penjaganya karena saya tidak bawa kartu identitas maktab, oleh jemaah haji indonesia kami disarankan masuk dari pintu samping yg tidak berpenjaga.

 Setelah kedalam Maktab kami kebingungan mencari kamar/ruangan yg ditempati teman2, telpon Bu Ummi juga ga di angkat2. Setelah tanya sana-sini dan menunggu/mengobrol dengan beberapa org, kami disapa oleh Bu Jabbar kemudian diantarkan ke kamar teman2. Karena saya membawa P. De Bin yg sepuh kondisi badannya mulai demam dam batuk2, kami putuskan ikut maktab 29 saja selain makanan terjamin juga bisa merawat P. deBin yg sakit karena ada dokter kloter disana. 

Alhamdulillah saya yg terkena flu bisa berobat juga. Di Mina kami bermalam 2 malam, cukup banyak makanan disini walau harus antri tiap jam makan (prasmanan) juga banyak indomie cup, minuman kotak dan buah tersedia disini. Nasehat dari tim kesehatan ’jangan minum minuman kotak karena bisa bikin batuk’. Toilet cukup memadai, Cuma harus antri juga tapi semua org indonesia. Tanggal 13 zulhijjah atau hari terakhir di Mina ketua kloter bilang ”Kalau mau ikut bis kembali ke Maktab, harus sudah siap jam 12.30 dan disarankan melempar jumrohnya pagi hari saja”. Melempar 3 Jumroh pada pagi hari tidak boleh maka kami lebih memilih melempar setelah tergelincir matahari kemudian jalan kaki ke Mekkah sekalian menemani bu Ummi yg belum selesai masiyannya. Oleh karena Parjo & Warsito belum ada kabarnya, saya Nurjen dan Sukaeri dapat amanat untuk mewakili melemparkan jumroh untuk mereka (sukaeri mewakili P. deBin yg sakit). O..ya setelah kami terpisah dengan nurjen di ”Mina Start Here” kami kehilangan komunikasi dengan beliau dikarenakan semua batere HP habis dan lupa/ga bawa charger (Nurjen juga demikian). Saran...untuk pembaca bawalah charger anda saat masiyan karena ternyata di setiap toilet ada banyak sekali stop kontak listrik yg bisa digunakan atau membeli charger yg memakai batere SAR 10 (banyak yg jual).

 Belakangan kami ketahui ternyata nurjen pun terpisah dengan istrinya, syukurlah mereka akhirnya bisa ketemu di maktab 29 Mina paginya setelah melalui perjuangan tanya sana-sini. Sambil merawat P. deBin kami melakukan lempar 3 jumroh tgl 12 dan 13 setelah tergelincir matahari (ambil nafar sani) Selesailah perjalanan Haji masiyan selanjutnya hari yg tersisa di Mekkah (sebelum berangkat ke Madinah) akan kami isi dengan memperbanyak ibadah di MasjidilHarom seperti Thawaf sunnah 50 kali, umroh sunnah, sholat wajib 5 waktu, baca/khatam Qur’an, berdo’a di multazam, mencium hajar aswad, sholat di hijir ismail & sholat lail. Untuk Hajar aswad kami lakukan hari terakhir karena suasana MH mulai lengang.

Sebelum ke Madinah kita melakukan Thawaf Wada' (dilakukan waktu akan meninggalkan kota Makkah, baik akan pulang ke Tanah Air atau akan ke Madinah). Kalau sudah thawaf wada’ dilarang kembali lagi ke MH)

 Demikianlah, limpahan pahala orang yg berhaji, saran kami apabila anda dapat maktab agak jauh seperti kami, tidur hanya setelah subuh (pulang ke maktab) kemudian duhur, ashar, magrib, isya dan subuh berada di MH. Disela waktu tsb anda bisa makan keluar dan beli oleh2. Di depan MH ada mall (dibwah Hilton hotel), ada supermarket bin dawood, kentucky, alfaqieh fried chicken, kebab atau nasi india (depan pintu 51) serta minuman favorite saya teh susu. Kalo ga masak..beli aja...Living cost anda masih cukup ko’..Jangan lupa Jaga kesehatan Semoga manfaat dan barokah H. Muhammad Yusuf (Alex)

Perjalanan Haji (Selama di Madinah)

Saya akan menceritakan pengalaman Haji kami sewaktu di Madinah

 Rabu, 9 Januari 2008 Setelah 27 hari berada di Mekkah tibalah waktunya kami ke Madinah, berangkat dengan Bis Jam 10.00 WAS tiba di Madinah magrib dengan2x pemberhentian, pertama untuk makan (bayar dewe lho..) kemudian tempat menerima hadiah kotak isi biskuit dan botol zam2. Masuk Madinah lebih dingin lagi udaranya. Karena proses pemasukan barang ke Hotel cukup lama karena Cuma ada 3 lift sementara manusianya ada 400 an belum barangnya, jadi antri sehingga kami telat sholat Isya berjamaah di masjid Nabawi. Jadi Arba’in (40 kali shalat wajib lengkap & berjamaah) kami mulai subuh besok paginya.

  Nabi Muhammad bersabda “ Man sholla fiimashidi arba’ina sholatan laa yafutuhu sholatun..katabat lahu... baro atun minannaar... wanajatun minalazab... wabari’a minannifaaqi” Artinya: “Barang siapa yang sholat di Masjidku (Nabawi) 40 kali sholat (wajib), tidak menterlambatkan dia pada sholat maka ditulis baginya Bebas dari Neraka & Selamat dari siksa (kubur & akherat) & lebaran (cucitangan) dari sifat Munafek

 Anda tidak perlu kuatir masak sendiri seperti Makkah, di Madinah kita disediakan makanan dari Katering yg disediakan pemerintah RI. Makanan katering pertama kali kami terima saat maghrib. Sebelum ini waktu kedatangan di Jeddah kita juga makan seperti ini. Kami menginap di Hotel Wardah Mobarak sekitar 300M timurlaut depan Masjid Nabawi. Antara Hotel dan Masjid atau diluar pagar Mesjid Nabawi banyak sekali orang berjualan saat sebelum atau setelah waktu sholat, teriakannya paling sering adalah "hamsa real, banji real (5 real)" bagi jemaah Haji atau yang pernah umroh pasti tidak asing lagi. Banyak juga ditemui orang yang cacat/peminta2 yg terpotong tangannya, mungkin juga pencuri yang tertangkap dan dipotong tangannya.

 Kalau Sholat di Masjid Nabawi dan tidak sholat di Roudhah Riyaadhul Jannah (Taman Syurga) rasanya ya kurang lengkap seperti sayur tanpa garam.

 Ini Dalilnya Nabi Muhammad bersabda “ Maa baina baiti waa mimbari Roudhoh min riyadhil jannah waa mimbari ala haudhi” Artinya: “Apa2 antara rumahku & mimbarku adalah Roudhoh (kebun) dari beberapa kebun sorga & mimbarku diatas telaga” 

Roudhah ini tidak terlalu besar ditandai dengan warna karpetnya yg berbeda dari karpet yang lain. Warnanya hijau agak abu2 dengan motif bunga2 dengan luas kira-kira 22 X 15M, karpet masjid selebihnya merah. Dulunya merupakan halaman rumah Nabi Muhammad dan Siti Aisyah, Nabi sering berkhotbah ditempat ini dan sholat disini. Sholat di tempat ini sama seperti sholat di Taman Syurga karena menurut Nabi nantinya Roudhoh ini merupakan tempat/taman yg akan naik ke Syurga.

 Sebelah kiri Roudhoh adalah makam/kuburan Nabi Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar shiddiq dan Umar bin Kattab. Tempat makam ditandai dengan pagar besi ber-cat ijo dan dari luar ditandai dari kubahnya yang berwarna hijau.

 Ibadah di Masjid Nabawi, selain sholat lima waktu (arba’in) juga sholat2 sunnah, sholat malam dan beribadah di Roudhah. Sholat di Masjid Nabawi memeperoleh pahala 1000 kali di banding masjid lainnya kecuali MasjidilHarom dengan pahala 100.000 kali, sehingga para jamaah haji pada umumnya melakukan program arba’in selama 8 hari (5 waktu x 8 hari = 40). Jika di ambil hikmahnya ini sebetulnya mendidik kita untuk melakukan sholat 5 waktu secara berjamaah

 Nabi Muhammad bersabda “ Sholaatu fi Masjidi afdholu min alfi sholatin fii maa siwahu illa Masjidilharom.......Waa sholaatu fi Masjidilharom afdholu min mia’ati alfi sholatin fi ma siwahuu” Artinya:Sholat di Masjidku (Nabawi) lebih afdol dari pada 1000 sholat selain masjid Nabawi kecuali Masjidil Harom. Sholat di Masjidil Harom lebih afdol dari pada 100.000 sholat selain Masjidil Harom” 

Untuk mencapai Roudhoh bagi pria tidak begitu sulit seperti untuk wanita karena untuk wanita dibatasi waktu yaitu pagi setelah Subuh (jam 08.00 – 10.00), setelah Duhur dan setelah sholat Isya. Masuknyapun harus melalui pintu 25 & 29 dan digilir sesuai negara asal atau ikuti petunjuk askar wanita, begitu penuturan istri saya. Bagi pria bebas, tidak ada bergilir per-negara. Antara laki – perempuan dibatasi sitroh dinding plastik putih yg di-ikat dari tiang ke tiang.

 Di butuhkan kesabaran yg tinggi di Roudhoh, karena sudah biasa ketika sholat jamaah lain berdiri didepan kita sehingga tidak bisa rukuk dan sujud. Duduk berdempetan, tetapi masih saja ada jamaah lain yg memaksakan diri untuk minta duduk. Kepala atau bahu dilangkahi atau tertendang, tangan terinjak dan perlu berhati-hati saat sujud karena sangat berbahaya ketika leher terinjak jamaah lain (ada yg mati lho..!). Cara yg paling aman adalah bersama teman kalau ke roudhoh sholat bergantian dan saling menjaga (dengan menjulurkan tangan). Kadang2 kita saksikan antar jamaah haji saling melotot dan emosi , disinilah kesabaran kita diuji, tidak selayaknya berantem saat beribadah ditempat yg sangat mulia ini.

 Jadwal istri saya ke Roudhoh adalah setelah sholat subuh atau setelah sholat duhur. Kalau saya lebih senang tengah malam karena mudah memasukinya (lagi dibersihkan) atau memang karena saya sudah kloter terakhir sehingga manusianya tinggal sedikit.

 Alhamdulillah saya bisa sholat sunnah tasbeh, tahajjud, hajad, witir, berdoa dll hingga satu sampai satu setengah jam disana. Lain di pihak wanita, untuk mencapai Roudhoh saja sudah sulit, baru sholat 2 rakaat sudah di usir askar wanita. Setiap kesana harus Sabar (kuncinya) dan biasanya begitu pintu dibuka rombongan orang yg masuk sudah berlarian seperti lari marathon karena semua ingin mendapat tempat yg strategis). (begitu penuturan istri saya)

 Minggu, 13 Januari 2008 Hari ini harinya jalan-jalan, hanya setengah hari lho…karena banyak jamaah tidak mau ketinggalan arba’in-nya. Kumpul jam 7:00 didepan Hotel dengan 7 bus besar, rombongan kloter kami tour ke Jabal Uhud, tempat makam Hamzah (paman Nabi), mesjid Quba, mesjid Quba ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan sebagai mesjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad dan sembahyang di mesjid ini pahalanya sama dengan 1x Umrah.

  Nabi Muhammad bersabda “ Man khoroja hatta ya’tiya haza masjida masjida quba..fasholla fihi kaanaa lahu adla umrotin” Artinya: “Barang siapa yang datang & Sholat di Masjid Quba maka bandingannya sama dengan Umroh” 

Kemudian kami ke Pasar Kurma, Mesjid Qiblatain sampai jam 11.00 selesai. Mesjid Qiblatain ini terletak di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah mesjid dimana Nabi Muhamad mendapat perintah merubah arah sholat dari yang tadinya mengarah ke Masjid Aqsa ke Masjid Haram dimana Ka’bah terletak sehingga didalam masjid ini ada 2 tempat Imam, kejadian itu terjadi dibulan Rajab tahun 12H saat solat Zhuhur selesai rakaat kedua.

 Saat kami di Madinah ini, suhu udara sangat dingin dinihari sampai pagi hari bisa mencapai kira-kira 6 derajat celcius. Jadi Kalau mau ke Roudhoh dinihari harus pake jaket, syal, kulup, kaos tangan dan kaos kaki. Saran untuk menjaga kesehatan, jangan biarkan perut anda kosong, makanlah kalo sudah jam makan, kalo masih kurang di arah belakang Masjid ada supermarket bin dawood dan banyak fastfood disekitarnya, ada bakso si doel juga, silahkan dinikmati.

Jumat, 18 Januari 2008 Hari ini merupakan hari terakhir untuk putaran Arbain dan itu jatuh persis saat sholat Isya, tetapi saya sayang meninggalkan Roudhoh dinihari nanti. Alhamdulillah kami bisa melakukan itu semua dengan baik walau dengan kondisi badan yang melelahkan sampai sholat subuh, pagi hari jam 07.00 kami sudah ditunggu bis untuk diantar ke bandara madinah dan kembali ke Surabaya Indonesia … selamat tinggal Masjid Nabawi yang indah dan luar biasa, makam Nabi Muhammad yang tercinta dan sahabat-sahabatnya, kota Madinah yang indah dan semua pengalaman indah lainnya. Kami akan selalu merindukanmua sepanjang hayat kami.

 Semoga Bermanfaat

Alex Bernadi

10.8.07

Dream

Saya mempunyai mimpi memiliki ruko 4 lantai dengan 4 jenis usaha didalamnya, Salon di lantai 1, perpustakaan/cafe di lantai 2 dan kantor untuk 2 perusahaanku di lantai 3 & 4. Alhamdulillah, Selain passive income saat ini masih sangat kecil (mengelola kos2an dan salon Spa Islami). Kami bertekad akan membesarkannya dengan smart Mimpi saya selanjutnya, InsyaAlloh membuka pabrik mulai 2008 setelah kepulanganku dari ibadah haji, tentunya target utama menjadi full TDA. Mudah2an Alloh mengabulkan dan mengijinkannya….Amiiin.

8.2.07

Alasan Mengapa Karyawan "Berbisnis"

Saya mencoba menganalisis mengapa ada karyawan bisa memiliki bisnis yg sama dengan tempat dia bekerja sekarang, apa permasalahannya? Kenapa bisa terjadi?

(1). Karena ada peluang untuk mendirikan usaha sejenis karena mereka berpengalaman. karena melihat order/jaminan order atau dekat dengan sumber order (biasanya orang Marketing) Hal ini ditunjang lagi oleh biaya untuk mendirikan usaha tsb terjangkau, tinggal memikirkan mitra dan SDM. Alasan klasik, biasanya Karena sudah bosan (tidak tahan) menjadi karyawan (gajinya naik secara linier) (2). Biasanya karyawan yg berani berbisnis adalah level middle kebawah (karena kalau sudah Direktur sudah ga pantas kali..ya. Selain itu biasanya kalau sudah Boss pasti banyak pertimbangannya baik aspek hukumnya apalagi financialnya. Alasan No 1 diatas bisa terjadi karena kurang kontrol dari atasan (pengawasan tidak ketat) atau memang karena atasan kurang berani menindak bawahannya. (3). Alasan No 2. bisa terjadi, karena MGR atau si Boss juga melakukan hal yg sama dan diketahui oleh bawahan, MGR atau si Boss tidak terbuka (tidak pernah menjelaskan bisnisnya), Tetapi apabila ada yang sudah tahu mereka tinggal pasang aksi ”Tau sama Tau”, Biasanya MGR tipe begini punya prinsip "Ah.. selama tdk merugikan perusahaan, bisnis jalan terus.." Atau mereka merasa berhak juga karena gajinya juga kurang memadai. (4). Ini dia sumber permasalahannya...!Karena perusahaan tidak memiliki sistem yg efektif dalam mengontrol ’moral’ karyawannya, atau juga karena perusahaan tidak disiplin. Makanya si Boss juga tidak berusaha menciptakan budaya kerja yang mendorong dan menekankan proses internal yg efektif.